Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Minggu, 13 Maret 2011

Jangan Bosan Ungkapkan Cinta kepada Anak

Tak pernah ada ruginya bagi orangtua untuk mengungkapkan cinta kepada anak. Semakin sering Anda mengekspresikan cinta, dengan kata-kata maupun tindakan, anak akan tumbuh lebih positif lagi. Karena otak anak yang dibanjiri ungkapan cinta akan tumbuh berkembang menjadi pribadi yang lebih sehat secara fisik, mental, intelektual, dan spiritual.

Psikiater dari klinik Angsamerah, dr Eka Viora, SpKJ, menjelaskan bahwa mengungkapkan cinta tak harus dengan kata-kata tetapi juga dengan sikap. Ungkapan cinta dari orangtua bermakna dahsyat, karena anak akan merasa dicintai. Dampaknya juga bukan hanya dirasakan saat anak sedang bertumbuh. Kebiasaan mengungkapkan dan menerima cinta ini akan membentuk anak menjadi individu yang lebih peka terhadap orang lain dan lingkungannya. Termasuk juga saat nanti anak berkeluarga.


"Laki-laki (dewasa) yang tidak mudah menyatakan cinta disebabkan karena ia tak punya model yang dikenang saat kecil. Jadi lihat kembali bagaimana laki-laki diasuh saat kecil. Jika sejak kecil anak tidak menerima ungkapan cinta dari orangtuanya, ia akan tumbuh menjadi pribadi yang sulit mengekspresikan cinta. Orangtua yang membanjiri anak dengan dengan kata cinta menjadi pembelajaran bagi anak untuk mengungkapkan cinta," jelas dr Eka dalam bincang-bincang bertema "Mengungkapkan Cinta pada Pasangan dan Anak" yang diadakan Kompas Female dan klinik Angsamerah di Supermal Karawaci, Tangerang, Minggu (13/2/2011) lalu.

Selain kata-kata cinta seperti mengatakan "Ayah cinta kamu, Nak" atau "Ibu sayang kamu, Nak" Anda bisa mengungkapkan cinta dengan banyak cara. Dr Eka berbagi caranya:

1. Selalu berikan pujian
Tak ada batasan untuk memberikan pujian. Memuji anak terus-menerus tidak membawa dampak negatif bagi anak. Menurut dr Eka, orangtua biasanya pelit memuji anak karena menganggap anak melakukan sesuatu yang menurut orangtua biasa saja, dan sudah menjadi kewajiban anak. Orangtua lebih sering mengkritik, menyalahkan bila anak melakukan yang tidak sesuai dengan keinginan orangtua. Jadi, berilah pujian sesering mungkin kepada anak, kata dr Eka.

2. Lakukan kegiatan khusus bersama setiap hari
Ciptakan sedikit saja dari waktu Anda yang berharga, setiap harinya, untuk melakukan kegiatan khusus bersama anak. Seperti bermain, mendengarkan musik favorit, menonton acara televisi favorit anak, atau berpelukan di bawah selimut yang hangat dan nyaman.

3. Buat pesan cinta
Buatlah catatan kecil berisi pernyataan cinta untuk anak atau pesan cinta. Contohnya dengan menuliskan kalimat "Mama sayang kamu", menempelkan huruf magnet di pintu lemari es bertuliskan pesan serupa, menghadiahkan anak bantal berbentuk hati, atau membuat kue dengan loyang berbentuk hati bertuliskan "I Love You".

4. Penuhi kegemari anak
Mengungkapkan cinta juga bisa dilakukan dengan memenuhi kegemaran anak. Buatkan masakan kesukaan anak, bacakan buku atau dongeng yang disukainya.

5. Berikan ciuman
Cara lain mengekspresikan cinta kepada anak adalah dengan tindakan sederhana, menciumnya. Berikan ciuman kepada anak lebih sering.

6. Berikan pelukan
Peluk dan dekap anak dengan hangat, sambil membelai rambutnya atau memijat kakinya. 

7. Berikan sesuatu yang khusus
Tak ada salahnya memberikan sesuatu yang khusus kepada anak yang di luar dari kebiasaan. Bentuknya tak harus berupa barang. Misalnya, membolehkan anak menonton televisi lebih lama dari biasanya.

8. Perhatian khusus
Jika anak punya kakak atau adik, berikan perhatian khusus atau penuh kepadanya selama beberapa saat. 

9. Tepuk tangan Anda bermakna
Berikan tepukan tangan penanda apresiasi Anda kepada anak saat anak mengerjakan sesuatu dengan baik atau sesuai keinginan Anda.

Anda tentu bisa menemukan banyak cara lainnya selama 365 hari dalam mengungkapkan cinta kepada anak.

Pilih Mana, Seks atau Cinta?

Seks dan cinta dibutuhkan pasangan dalam membangun relasi. Namun jika diminta memilih antara seks dan cinta, mana yang lebih dibutuhkan atau diinginkan? Nyatanya, seks dan cinta punya posisi yang sama kuatnya. Keduanya tak terpisahkan, bahkan otak memegang peranan untuk membangkitkan perasaan dan hasrat agar seks dan cinta berjalan seimbang.

Meski seks dan cinta sama kuatnya, namun kecenderungan pada umumnya terdapat perbedaan persepsi pada perempuan dan laki-laki. Perbedaan ini dikarenakan otak laki-laki dan perempuan memang berbeda. Tipikal laki-laki lebih logis dan cenderung kepada visual seks. Sedangkan perempuan lebih sering berkecimpung dengan perasaannya. Perempuan lebih emosional, ingin dilindungi, dan tak ingin ditinggalkan. Sedangkan laki-laki lebih mandiri. Namun toh perbedaan ini tak lantas mengeneralisasikan laki-laki lebih memilih seks dan perempuan lebih memilih cinta.


"Manusia itu personal, kita tidak bisa bilang perempuan lebih memilih cinta atau laki-laki lebih memilih seks. Meski ada cinta, seks belum tentu juga ada di dalam hubungan. Tidak lantas 100 persen bisa mendapatkan seks dari cinta. Cinta tanpa seks bisa saja terjadi, namun memang kasus seperti ini masih minoritas. Di sisi lain, melakukan seks tanpa cinta bisa saja terjadi. Dan hal ini bisa terjadi pada perempuan dan laki-laki. Keduanya bisa melakukan seks tanpa cinta. Justru perempuan lebih mudah menikmati seks tanpa cinta. Sebaliknya, laki-laki akan lebih sulit menikmati seks tanpa cinta, karena laki-laki harus punya keinginan seksual untuk bisa ereksi. Dan kunci hubungan seks pada laki-laki adalah dengan adanya ereksi," jelas seksolog dan spesialis andrologi, dr Heru Oentoeng, SpAnd, dalam bincang-bincang mengenai "Seks, Love and Human Brain" di Klinik Angsamerah, Menteng, Jakarta, Jumat (11/2/2011) lalu.

Pilihan antara seks dan cinta seharusnya memang tak pernah ada, karena setiap individu tak bisa memilihnya lantaran keduanya saling menguatkan. Martine Cassagrande, pakar penyembuhan holistik dan pelatih yoga, mengatakan bahwa perempuan maupuan laki-laki mencari sesuatu yang sama. Menurut Martine, laki-laki dan perempuan mencari pasangan yang menarik, yang punya ikatan emosi, terlihat sehat secara fisik, karena pada dasarnya setiap orang mencari pasangan yang sehat untuk memenuhi kebutuhan reproduksi. Meski fisik atau visual penting, namun cinta akan lebih tahan lama karena perasaan cinta lebih mendalam, lebih spiritual yang di dalamnya ada romantisme, rasa peduli, dan bukan sekadar hasrat.

"Tanpa cinta tidak akan ada tujuan. Pasangan memiliki sesuatu yang spesial karena merasa dicintai. Seks bukan sekadar penetrasi karenanya sertakan cinta di dalamnya untuk bisa menikmati seks yang indah. Dan otak bisa dipandu untuk mendapatkan seks yang indah ini, karena otak manusia bisa dilatih," jelas Martine. 

Ahli kejiwaan dr Ratna Mardiati, SpKJ, menambahkan manusia bisa memandu otak untuk membangkitkan selera, termasuk di dalamnya hasrat seksual. Jadi, jika menginginkan seks yang memuaskan, setiap individu bisa mengandalkan otaknya. 

"Yang harus dibangun adalah relasi dalam berpasangan agar hormon oksitosin keluar. Oksitosin pada perempuan dan laki-laki inilah yang menjadi pemicu kedekatan. Dan seks atau bersetubuh adalah mengenai kelekatan antara dua individu," jelas dr Ratna, menambahkan hubungan saling memengaruhi antara cinta, seks, dan otak inilah yang menguatkan pasangan. "Orang yang tidak memiliki pasangan oksitosinnya cenderung rendah."

"Cinta Kami Diuji Ancaman Tsunami"

Saat hampir semua orang berlari menyelamatkan diri karena peringatan tsunami di Manado, Sulawesi Utara, pasangan anak manusia ini tak beranjak sedikit pun dari tempat mereka berpijak. Mereka adalah Dekky Foke (25) dan Rini Langi (22), yang pada Jumat (11/3/2011) malam tadi melangsungkan resepsi pernikahan di Restoran Jumbo yang terletak dekat pesisir pantai Manado.
Bukan karena ketidaktahuan mereka akan peringatan tsunami, melainkan komitmen mereka untuk sehidup-semati yang membuat mereka tetap tegar untuk melangsungkan resepsi pernikahan yang sesuai waktu yang tertera pada undangan sama persis dengan waktu estimasi terjadinya tsunami di Manado dan sekitarnya.


"Jujur kita panik dan sangat panik waktu dengan info peringatan," ujar Dekky Foke kepada Tribun Manado seusai resepsi pernikahannya.
Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai PNS Pemkot Manado ini mengaku makin panik saat melihat orang-orang berhamburan ke jalan untuk melarikan diri. "Tadi kita pikir ini latihan tsunami untuk persiapan ARF-DiREx, soalnya baru dari gereja sekitar jam setengah enam langsung menuju lokasi resepsi di Jumbo," kata Dekky.
Ia dan istrinya, Rini, akhirnya mendengarkan peringatan tsunami dari radio dan saat itu mereka sudah berada di Restoran Jumbo. "Terus terang kedua pihak keluarga kami sempat berembuk dan untunglah ada teman saya yang mengerti soal hitung-hitungan tsunami, dan teman saya ini memberikan keyakinan bahwa air yang membawa tsunami tidak akan mencapai lokasi pesta," ungkapnya.
Bermodalkan spekulasi, Dekky mengaku berserah pada rencana Tuhan. "Terus terang rencana pernikahan ini kita sudah doakan dan kita yakin Tuhan punya rencana apa pun yang terjadi saat proses pernikahan ini," tuturnya.
Secara manusia, kata Dekky, dia dan Rini rasanya ingin menangis sejadi-jadinya. Apalagi, saat melihat jumlah tamu yang sedikit, padahal sudah pukul 20.00.
Acara pun dimulai pada pukul 21.00 walaupun hampir semua kursi tamu kosong. Dari perkiraan 500 undangan, hanya sekitar 100 orang yang datang. Akhirnya makanan yang disiapkan pun melimpah ruah terhidangkan dan bahkan ada yang tak tersentuh sendok.
"Ini cobaan terberat dan puji Tuhan kita mampu lewati. Mungkin ini bukti kekuatan komitmen dan janji suci cinta kami yang sudah disampaikan di altar gereja tadi," kata jebolan FISIP Unsrat ini.
Rekan Dekky dan Rini, yaitu Altin Tumengkol, Winsi Kuhu, dan Patrice Posuman, mengatakan, momen ini adalah momen bersejarah bagi kedua rekannya ini. "Ini baru bilang pasangan sejati," kata mereka.


Kamis, 10 Maret 2011

3 Alasan Anda Harus PDKT Duluan

Ketika masih remaja, Anda mungkin termasuk orang yang selalu diwanti-wanti oleh ibu Anda, bahwa Anda tidak boleh bertindak agresif terhadap teman pria. Agresif dimaknai sebagai tindakan mendekati pria lebih dulu, atau sering jalan dengan teman-teman pria saja. Bahkan sebagai perempuan, Anda dianggap tak pantas bila menunjukkan bahwa Anda tertarik dengan seorang pria. Anda harus menunggu hingga pria tersebut yang melakukan inisiatif untuk mendekati Anda.
Dalam kenyataannya, Anda tidak selalu bisa mengandalkan seorang pria untuk melakukan inisiatif. Banyak hal yang menjadi alasan mengapa seorang pria tidak ingin melakukan pendekatan lebih dulu, sehingga akan lebih baik bila Anda yang melakukan inisiasi. Berikut beberapa alasan yang dipaparkan Theo Pauline Nestor, penulis How to Sleep Alone in a King-Size Bed: A Memoir of Starting Over, mengapa Anda harus PDKT lebih dulu:




1. Ia tidak pintar flirting
Ada suatu ketrampilan yang dibutuhkan untuk mengawali suatu hubungan, menggoda misalnya. Kemudian ada pula ketrampilan lain yang diperlukan untuk membina hubungan yang sudah berlangsung. Pria yang Anda incar mungkin saja sangat bisa diandalkan untuk membina hubungan, namun ia bukan tipe pria yang gemar menggoda sana-sini. Bila memaksakan diri untuk menggoda, pria seperti ini justru membuat Anda kesan, atau takut. Karena itu, bila Anda tahu ia memang tidak berbakat flirting, Anda lah yang harus berinisiatif.

2. Ia merasa sedikit terintimidasi
Seringkali orang salah mengartikan sikap Anda, dan keburu menyebarkan "berita buruk" mengenai diri Anda. Misalnya, Anda mendengar seorang teman melarang pria incaran Anda mendekati Anda, dengan mengatakan, "Jangan coba-coba dekati si Sari. Dia kan dingin gitu, orangnya." Atau, "Dia itu pendiam, dia agresif, dia maunya sama yang kaya," dan lain sebagainya. Omongan yang menyesatkan seperti itu tentu akan membuat Anda resah, karena tidak sesuai dengan diri Anda. Sayangnya, ucapan negatif lebih mudah terekam dalam pikiran siapa saja, tak terkecuali pria. Akibatnya, si dia merasa terintimidasi, dan enggan mendekati Anda.
Bila Anda mengetahui hal ini, jangan ragu untuk mulai mendekatinya. Tunjukkan bahwa Anda tidak seperti yang dikatakan orang.

3. Ia pernah diperlakukan kurang baik dalam hubungannya di masa lalu 
Mungkin Anda akan berpikir, jika seorang pria memang serius ingin bersama Anda, seharusnya ia mau lebih berusaha untuk mendekati Anda. Namun sebelum Anda menganggapnya kurang berani, coba cari tahu apa yang terjadi pada hubungannya di masa lalu. Apakah ia pernah ditolak dengan sadis, pernah menjalani hubungan yang sangat lama namun berakhir menyedihkan, apapun yang membuatnya ragu untuk mulai berkencan lagi.
Tahu enggak, kadang-kadang PDKT lebih dulu itu tidak selalu berarti Anda harus mengajaknya berkencan. Anda bisa mengawalinya dengan sesuatu yang mudah, seperti meneleponnya, atau mengajaknya ngobrol. Buat agar ia merasa nyaman dengan diri Anda, dan mengenal siapa sebenarnya diri Anda. Setelah itu, Anda bahkan tak perlu mengajaknya jalan bareng lebih dulu.
Ketika masih remaja, Anda mungkin termasuk orang yang selalu diwanti-wanti oleh ibu Anda, bahwa Anda tidak boleh bertindak agresif terhadap teman pria. Agresif dimaknai sebagai tindakan mendekati pria lebih dulu, atau sering jalan dengan teman-teman pria saja. Bahkan sebagai perempuan, Anda dianggap tak pantas bila menunjukkan bahwa Anda tertarik dengan seorang pria. Anda harus menunggu hingga pria tersebut yang melakukan inisiatif untuk mendekati Anda.
Dalam kenyataannya, Anda tidak selalu bisa mengandalkan seorang pria untuk melakukan inisiatif. Banyak hal yang menjadi alasan mengapa seorang pria tidak ingin melakukan pendekatan lebih dulu, sehingga akan lebih baik bila Anda yang melakukan inisiasi. Berikut beberapa alasan yang dipaparkan Theo Pauline Nestor, penulis How to Sleep Alone in a King-Size Bed: A Memoir of Starting Over, mengapa Anda harus PDKT lebih dulu:



5 Mitos Cinta dalam Film Komedi Romantis

Siapa sih perempuan yang tidak suka nonton film komedi romantis? Para ratu komedi romantis, mulai dari Meg Ryan, Drew Barrymore, hingga Jennifer Aniston, selalu menjadi sasaran iri hati perempuan di seluruh dunia. Sebab, merekalah yang mendapatkan pria terbaik, termanis, terlucu, dan seterusnya.
Film komedi romantis selalu menerapkan formula dasar untuk menampilkan situasi yang sangat romantis, dan biasanya happy ending. Itu sebabnya jenis film ini sangat menyenangkan untuk ditonton, khususnya oleh kaum perempuan. Akhir yang bahagia ini berusaha ditanamkan dalam benak penonton bahwa hal-hal tersebut memang terjadi di dunia nyata.
Dalam kenyataannya, tidak. Dunia nyata, sayangnya, tidak sesederhana dan semudah itu. Karena itu, boleh dikatakan bahwa film-film komedi romantis sebenarnya tidak menyampaikan masalah relasi dan seks sesuai keadaan sebenarnya. Anda ingin tahu contohnya?



1. Dua orang yang berbeda karakternya pasti ditakdirkan untuk saling jatuh cinta.
Hal ini bukannya tak mungkin terjadi dalam dunia nyata. Bahkan, kebanyakan pasangan yang beda karakter atau beda minat (misalnya si pendiam dan si banyak omong, atau dua orang yang semula saling membenci) mengatakan, perbedaan itulah yang akan membuat hubungan lebih berwarna. Namun, hal ini jarang terjadi.
Dalam komedi romantis, pasangan yang kepribadiannya digambarkan sangat bertolak belakang pasti akan berakhir saling menginginkan satu sama lain. Contohnya dalam film Ugly Truth, di mana Abby (Katherine Heigl) yang feminis dan Mike (Gerard Butler) yang senang bergonta-ganti pacar akhirnya merasa bahwa masing-masing adalah orang yang diinginkan. Hal ini membuat penonton menjadi berharap terlalu banyak bahwa orang yang semula kita benci bisa saja merupakan jodoh kita. Konsep ini juga terjadi di film He’s Just Not That Into You.

2. Mudah saja berbaikan kembali setelah perselisihan pandangan. 
Setiap pasangan di film komedi romantis pasti mengalami putus hubungan akibat kesalahpahaman, lalu berbaikan kembali. Bahkan dalam kasus di mana pasangan belum terlibat secara romantis, seperti Gigi (Ginnifer Goodwin) dan Alex (Justin Long) dalam He’s Just Not That Into You, persahabatan mereka diuji dan mereka sempat berpisah, lalu berakhir dengan salah satu dari mereka memohon maaf dan minta diberi kesempatan lagi.
Biasanya, pertemuan kembali ini juga diwujudkan dengan satu pihak memperbaiki sesuatu yang dulu menyebabkan mereka berpisah. Di film Along Came Polly, Reuben (Ben Stiller) kehilangan Polly (Jennifer Aniston) setelah perempuan ini tahu bahwa Reuben menggunakan analisis risiko untuk memutuskan apakah Polly atau mantan kekasihnya merupakan pasangan yang lebih tepat untuknya. Ia lalu berusaha memenangkan hati Polly dengan meminta maaf dan memakan makanan yang ia jatuhkan di tanah untuk membuktikan bahwa ia berani mengambil risiko. Jangan lupa, mereka berdua juga digambarkan mempunyai kepribadian yang bertolak belakang. 

3. Anda akan bertemu jodoh dalam cara yang tidak romantis atau memalukan.
Umumnya, pria dan wanita akan bertemu melalui cara yang biasa, entah itu dikenalkan oleh teman, online dating, bertemu di kantor, atau di kafe. Dalam film, meskipun lokasinya standar, kedua tokoh utamanya akan dipertemukan dengan melibatkan elemen yang berbahaya (seperti pada While You Were Sleeping), bertubrukan di jalan (Notting Hill), atau kecelakaan yang membuat tokoh perempuannya menjadi terlihat tidak menarik, tetapi justru membuat tokoh pria jadi jatuh cinta (Leap Year).
4. Anda akan jatuh cinta dengan sahabat Anda.
Jika tokoh perempuan dalam film tidak jatuh cinta dengan pria yang sangat berbeda karakternya, atau bahkan musuhnya, maka ia akan terpikat sahabatnya. Memang, dalam kehidupan nyata, pertemanan memang bisa menjamin hubungan yang sukses. Tetapi, Anda akan menyayangi pria ini padanya karena terbiasa bersama-sama. Jadi, bukan mendadak jatuh cinta berat dengan orang yang sejak lama memiliki hubungan platonis dengan Anda (Patrick Dempsey dan Michelle Moynahan dalam Made of Honor). 
Jika Anda memang jatuh cinta dengan sahabat Anda, kemungkinan besar Anda memang sudah jatuh cinta padanya sejak pertama bertemu. Anda tertarik pada pria ini, tetapi dia tak menyadarinya. Pertemanan masih berlanjut, tetapi Anda masih belum dapat menghilangkan rasa suka itu. Jarang sekali ada orang yang mendadak bangun pagi dan menyadari bahwa orang yang selama ini menemani adalah cinta sejatinya. Julia Roberts (My Best Friend’s Wedding), Ashton Kutcher dan Jennifer Garner (Valentine’s Day), dan Meg Ryan (When Harry Met Sally) adalah contoh-contoh lainnya.
5. Anda orgasme dalam 45 detik.
Film apa yang menampilkan kekonyolan seperti ini? Ketika Emma (Natalie Portman) pertama kali berhubungan seks dengan Adam (Ashton Kutcher) dalam No Strings Attached, Emma memintanya bergegas dan menyelesaikan sesi bercinta itu kurang dari satu menit karena ia sudah terlambat masuk kerja. Adam pun langsung ngebut, dan Emma pun terpuaskan. Selain sesi berciuman, tak ada lagi sentuhan-sentuhan yang dilakukan untuk foreplay. Nah, Anda jawab sendiri, mungkinkah hal ini terjadi?