Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Minggu, 23 Januari 2011

Cinta yang Menyehatkan

Cinta cenderung bermakna luar biasa bagi seseorang. Luar biasa indah rasanya menurut mereka yang hidup dalam pelukan cinta, tetapi dapat juga luar biasa menyakitkan bagi mereka yang merasa dikhianati atau dikecewakan oleh cinta. Entah itu terhadap orangtua, anak, lawan jenis (pasangan), dan lainnya, cinta memang luar biasa.



Seorang guru besar Psikologi Klinis dari Fakultas Psikologi UGM yang telah melanglang buana di berbagai penjuru dunia untuk mengajar, Prof Yohana E Prawitasari, dalam sebuah semiloka psikologi mengungkapkan, ”Apa sih sebenarnya yang dibutuhkan oleh setiap orang? Pada dasarnya dalam hidup ini yang diperlukan oleh setiap orang adalah cinta.”

Ungkapan di atas mungkin terasa melankolis. Lho, kok, seorang profesor psikologi menyatakan sesuatu yang tidak berbeda dengan para seniman? Ya, memang tidak berbeda dengan para seniman. Secara empiris, psikologi menemukan bahwa untuk dapat sehat secara mental, yang diperlukan seseorang adalah cinta. Lebih dari itu, dengan transendensi, kita dapat menemukan kebenaran universal bahwa memang kita ini hidup dari cinta, hidup oleh cinta, dan juga untuk cinta.

Viktor Frankl, seorang psikiatris yang riwayat dan karyanya luar biasa mengagumkan, dalam bukunya Man’s Search for Meaning berkata: “Suatu pemikiran mengubah saya: Untuk pertama kali dalam hidup, saya menyadari kebenaran dalam syair kebanyakan penyair, kebijaksanaan akhir para ahli pikir. Kebenaran bahwa cinta adalah tujuan utama dan tertinggi yang dapat dicapai manusia. Lalu, saya menangkap makna rahasia terbesar yang melingkar dalam syair, dalam pikiran dan keyakinan manusia, yaitu penyelamatan manusia diperoleh lewat cinta dan di dalam cinta.”

Seorang psikolog lain, Meninger, menulis: ”Cinta itu menyembuhkan. Cinta menyembuhkan mereka yang memberikan cinta, dan juga mereka yang menerimanya.” 

Berikut ini kita belajar mengenai cinta yang menyembuhkan, cinta yang sehat, yang diungkapkan oleh para ahli psikologi pada masa lampau. 

Cinta tak bersyarat
Dalam mencinta, yang terjadi adalah: cinta bersyarat atau cinta tak bersyarat. ”Tidak ada kemungkinan ketiga!” kata John Powell, konselor dan penasihat spiritual.

Bila untuk mencintai kita memerlukan syarat, maka cinta itu bukan cinta sejati. Cinta sejati adalah harus dan merupakan hadiah yang diberikan secara cuma-cuma.

Kita benar-benar cinta bila orang yang kita cintai mendapatkan cinta kita, bukan karena ia pantas menerima cinta kita. Disebut pantas karena cantik, anggun, ganteng, baik hati, dan sebagainya. Kita sadar bahwa orang yang kita cintai bukanlah orang yang terbaik, bukan orang yang paling hebat, bukan yang paling cocok. 

Namun, itu semua tidak menjadi persoalan. Yang penting adalah bahwa kita telah memilih untuk memberikan kepada orang yang kita cintai berupa cinta kita, dan juga telah memilih untuk mencintai kita. Dalam kondisi inilah cinta dapat tumbuh dengan baik.

Erich Fromm, psikolog yang terkenal dengan bukunya, The Art of Loving, menulis tentang cinta tak bersyarat. Menurut Fromm, cinta tak bersyarat berhubungan langsung dengan kerinduan yang paling dalam, bukan hanya kerinduan pada anak, melainkan kepada setiap manusia. 

Sebaliknya, orang yang dicintai karena alasan pantas atau dianggap berhak menerima cinta selalu menimbulkan keraguan: mungkin saya tak dapat membahagiakan orang yang saya inginkan dapat mencintai saya atau mungkin selalu ada rasa cemas, jangan-jangan suatu waktu cinta akan lenyap. 

Selain itu, cinta yang didapat karena alasan pantas menerimanya selalu meninggalkan rasa getir dalam kesan bahwa orang dicintai bukan karena dirinya, melainkan karena kemampuannya membuat orang lain senang. Ini bukan cinta, melainkan manipulasi!

Seperti binatang sirkus
John Powell menegaskan bagaimana cinta tak bersyarat mendukung perkembangan pribadi. Cinta yang banyak terjadi adalah cinta yang membelenggu. Tanpa sadar, banyak orangtua memperlakukan anak seperti binatang sirkus, yang dihukum atau diupah agar berperilaku persis seperti yang diinginkan tuannya. 

Demikian pula suami terhadap istri atau sebaliknya. Cinta seperti ini berisiko menimbulkan luka batin dan bersifat merusak (destruktif). Powell mengungkapkan sebagai berikut:

Kita telah lama menganggap bahwa koreksi, kritik, dan hukuman dapat mendorong perkembangan dan pertumbuhan. Kita terbiasa membenarkan cara-cara destruktif untuk menutupi ketidakbahagiaan dan ketidaklengkapan kita. Contohnya, penelitian yang dilakukan akhir-akhir ini mengungkapkan bahwa 80 persen narapidana di negeri ini menerima perlakuan keras dan kejam ketika masa kecil. 

Baru akhir-akhir inilah ilmu perilaku mengungkapkan bahwa cinta tak bersyarat merupakan satu-satunya cara yang memungkinkan orang mengembangkan kepribadian yang manusiawi.

Kehendak bebas merupakan salah satu faktor dalam hidup manusia. Setiap orang harus menyatakan ”ya” untuk pertumbuhan dan integritas pribadinya, tetapi ada prasyarat: harus ada orang yang mendorong kita untuk percaya pada diri sendiri dan menjadi diri sendiri. Ini hanya dapat dilakukan oleh orang yang benar-benar mencintai kita.

Kalau kita bicara tentang cinta tak bersyarat, kita akan teringat orangtua yang bersikap manipulatif. Ada orangtua yang hanya memberikan kasih sayang dan penguatan kepada anak bila keinginannya terpenuhi: bila nilai rapor bagus, patuh, dapat menimbulkan rasa bangga orangtua, dan lainnya. Kita juga teringat bahwa banyak hubungan suami atau istri seperti demikian. 

Begitulah yang sering terjadi. Hubungan suami-istri atau orangtua-anak tak lebih dari saling tukar: yang satu menjual, yang lain membayar; bukan lagi cinta tak bersyarat.

Kita sering kali tidak menghiraukan cinta tak bersyarat yang mendasar. Orang yang kita manipulasi kita beri hadiah tertentu karena telah memenuhi keinginan kita. Kita meletakkan kepada mereka identitas pribadi yang kita pilihkan. Kita letakkan mereka di sudut sempit dalam kehidupan ini dengan hanya membolehkan mereka menjadi seperti yang kita inginkan. Padahal, cinta tak bersyarat bersifat membebaskan.

Kekuatan Cinta Pertama

Menurut para ilmuwan, cinta pertama yang sudah tertanam tak bisa dihapuskan dari ingatan. Kenangan cinta pertama bisa membuat orang yang mengalami ketagihan lebih kuat dibandingkan narkoba jenis apa pun. Banyak orang dewasa tidak berdaya menahan jatuh cinta lagi kepada dambaan hatinya semasa kecil.

Jadi, jika si mantan adalah cinta pertama pasangan Anda, tak perlu buang-buang energi dan berharap si dia bisa melupakan perempuan itu. Justru yang perlu Anda lakukan adalah membuat pertemuan kembali pasangan dan mantannya tak pernah terjadi.

Sabtu, 22 Januari 2011

"Patah Hati" Bisa Disembuhkan

Para ilmuwan menemukan bahwa, sangat mungkin, patah hati disembuhkan. Para peneliti Amerika Serikat mempelajari 70 pasien yang menderita "sindroma patah hati", penyakit yang terkait dengan stres atau peristiwa emosional.

Semua pasien berhasil sembuh, sebagian besar setelah diberi aspirin atau obat penyakit jantung, meski 20 persen dianggap sakit parah.

Penelitian jurnal kardiologi Amerika menunjukkan, kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh peningkatan hormon stres. Sindroma patah hati, yang secara medis disebut Takotsubo cardiomyopathy, pertama kali didefinisikan oleh peneliti Jepang di awal tahun 1990-an.

Meski gejala-gejalanya mirip dengan serangan jantung seperti sakit di dada dan napas tersengal, sindroma patah hati tampaknya hanya sementara dan bisa segera disembuhkan, jika diobati dengan cepat. Para pasien yang diteliti oleh para peneliti dua rumah sakit di Providence, Rhode Island, didiagnosa dengan sindroma patah hati antara Juli 2004 dan April 2008.

Libur musim semi

Sekitar 67 persen pasien itu mengalami tekanan secara fisik atau emosional, seperti berita buruk mengenai anggota keluarga, pertengkaran di rumah tangga, penyakit fisik yang parah atau kecelakaan kendaraan sebelum gejala-gejala itu muncul.

Enam pasien mendapat perawatan kejutan listrik untuk menghidupkan kembali jantung dan tiga pasien memiliki detak jantung tak normal yang memerlukan perawatan darurat. Dua pertiga pasien—hampir semuanya wanita yang telah menopause—mengalami tekanan secara fisik atau peristiwa emosional sebelum datang ke rumah sakit dengan gejala seperti terkena serangan jantung.

Secara keseluruhan, mayoritas pasien mendapat pengobatan aspirin atau obat penyakit jantung seperti beta blockers dan statins saat di rumah sakit. Meski seperlima dalam keadaan sakit parah dan memerlukan perawatan darurat agar jiwa mereka bisa diselamatkan, seluruh pasien tetap hidup dalam 48 jam pertama dan kemudian sembuh total.

Para peneliti ini juga menemukan bahwa, tidak seperti serangan jantung yang cenderung terjadi di musim dingin, sindroma patah hati cenderung terjadi di musim semi dan musim panas.

Jarang fatal

dr Richard Regnante dari rumah sakit Miriam, ketua penelitian ini, mengatakan, pola musiman ini bisa membantu untuk bisa mengerti penyakit ini. "Sebagian pihak memandang hal itu merupakan satu bentuk serangan jantung yang berhenti dengan sendirinya sehigga tidak merusak otot jantung secara permanen. Pihak lain mengatakan, sindroma ini tidak ada hubungan dengan arteri jantung dan hanya merupakan masalah dengan otot jantung," kata Regnante.

Bunda

Hujan teringatkan aku Tentang satu rindu
Dimasa yang lalu Saat mimpi masih indah bersamamu
Terbayang satu wajah Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah Penuh dengan kehangatan
Kangen Akan kasih sayang mu bunda...

ya Alloh izinkanlah aku Bahagiakan dia
Meski dia telah jauh dari ku
Biarkanlah aku Berarti untuk dirinya
In9in aku meneruskan mimpi mimpi
Yang Telah lama tertunda..
Bunda.. Ingin aku mengabdi padamu..
Atas nama Cinta
ljinkan kubelah-belah rinduku
Antara luka dan tawa
yang terus berebut mengisi kalbu
Ketika hanya sekelebat Aku singgah
Namun begitu cepat Aku menyulam cinta
Dan menghias seluruh batinmu…
Kini kau telah Pergi Selamanya..
akan tetapi Rasa Cinta dan kasih sayang q
Masih Akan Selalu Ada Untuk Mu Bunda…

Luv U Moom…..!!!
Do'aku Kan Selalu menyertaimu....
by: Harie S

Rabu, 19 Januari 2011

Memahami Arti Cinta Sejati

Cinta adalah hal yang bagus banyak; frase yang biasa mendengar ketika cinta didefinisikan. Sering daripada tidak, kata ini digunakan tapi tidak benar-benar memikirkan makna yang lebih dari itu. Ada banyak kasus perceraian di setiap tempat di planet ini dan itu adalah karena kesalahpahaman tentang apa itu cinta.Jika cinta benar-benar dipahami, bisa menjadi alasan hanya untuk menyelamatkan perkawinan.

Waktu bisa mengubah banyak hal dan itu termasuk perasaan dua individu. Satu jatuh cinta tanpa alasan sama sekali. Tetapi menjadi bahagia dalam persahabatan satu sama lain adalah satu-satunya alasan yang cukup untuk mempertahankan hubungan.

Ada banyak faktor mengapa hubungan tertentu hanya bisa mati.Faktor-faktor termasuk namun tidak terbatas pada komunikasi, rasa dingin, tidak ada kepentingan bersama, ketidakpekaan dan alasan lainnya. Kalau saja penyebab ini dapat diatasi, maka perkawinan yang sehat bisa dengan mudah diperoleh.

Ada buku tersebut diterbitkan tentang mengapa pria berasal dari Mars dan wanita dari Venus. Hal ini karena mereka tidak memiliki cara umum berpikir dan mengekspresikan diri. Perempuan cenderung sangat emosional dan vokal tentang perasaan mereka sedangkan laki-laki biasanya mengandung emosi mereka karena mereka lebih takut menunjukkan itu.

Pria dan wanita hanya memandang satu sama komunikasi lain dengan cara yang berbeda. Mereka indifferences kadang-kadang akan menciptakan penghalang antara kedua belah pihak dan karenanya awal dari sebuah perceraian masuk.

Resolusi terbaik untuk muncul isu-isu dalam suatu hubungan mampu berkomunikasi secara tenang. Dengan cara ini percakapan tanpa cacat dan pertukaran pikiran akan lebih dipahami oleh dua individu yang terlibat.

Jika komunikasi tidak mudah dipahami, sebuah nasihat dari seorang anggota dewan perkawinan profesional sangat dianjurkan untuk lebih membahas tentang isu yang perlu diselesaikan.